Minggu, 14 Juni 2020

Catatan Senja Beranging

(catatan senja berangin)

Embun itu
selalu menetesi daun tebal berdebu
ia ada bersama malam
ada saat menjelang pagi
memberi sunyi.
Embun itu.. bersama mereka yang melalu

Daun-daun masih rimbun
batu besar, kubangan terlalu besar
semak-semak memang berduri

lalu kenapa? kenapa jika aku tetap berlalu

Aku telah melangkah tanpa melihat.
Aku tak perlu menghindari batu-batuan.
semak-semak berduri, dan kubangan

Aku terbentuk di rumah kata.
Namun, di situ pula aku tak bisa berkata saat tersapa
Sebongkah ruang menyimpan gelisah_
kini hanya menjadi ruang basah
membungkus tubuh, menumpahkan sunyi

Sore itu telah menguncup...
dua malaikat terbang tak menoleh
 kecewa pada yang merana

Tak ada sisa senja
Hujan telah menggusurku 
Ia deras, menggigilkan puisimu
sejenak aku berhenti dan menoleh
Aku menutup


-Surakarta, 21 April 2014


Tidak ada komentar:

Posting Komentar